about Bekasi City.

Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2016

Masjid Agung Bekasi

Masjid Agung Al-Barkah Bekasi adalah sebuah masjid yang ada di Bekasi. Masjid ini merupakan salah satu masjid tua di Indonesia. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama ketika kota Bekasi menjadi tuan rumah MTQ Jawa Barat 1998, lalu direnovasi lagi pada 2002. Sampai kemudian menjadi bentuknya yang semegah dan semewah sekarang ini setelah melalui renovasi total tahun 2004-2008.
Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi berada di Jalan Veteran, Kawasan Alun alun, Pusat pemerintahan kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Lokasi masjid ini berseberangan dengan Rumah Sakit Daerah kota Bekasi.

Masjid ini dibangun pada tahun 1890 di atas tanah wakaf milik Bahrun dengan luas 3000 meter persegi. Masjid ini menjadi pusat syiar Islam dan menjadi area publik dengan keindahan taman kota di Alun-alun Kota Bekasi.
Share:

Makam Pahlawan

Makam pahlawan bekasi
Makam Pahlawan Bulak Kapal yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda (Bulak Kapal) Kota_Bekasi luasnya 8.350 meter persegi, dibangun sekitar tahun 1960an. Kurang ada data yang pasti tentang kapan tepatnya dibangunnya Taman Makam Pahlawan Bekasi.   


Namun menurut petugas penjaga dan Babinsa KODIM Bekasi mengatakan saat ini para pahlawan yang dimakamkan kurang lebih 200 orang pahlawan dan masih bisa menampung sekitar 100 pejuang Bekasi, rata-rata pahlawan yang disemayamkan ditaman makam pahlawan ini terdiri dari para pejuang Bekasi yang gugur dijaman perjuangan Bekasi mengusir para penjajah dari bumi Bekasi yang terdiri dari BKR ( Badan Keamanan Rakyat ), element pejuang yang tidak dikenal maupun para pejuang yang mendapatkan bintang tanda jasa dari pemerintah daerah.

Dan pada tanggal 15 agustus 1995, mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten sebelum pemekaran wilayah antara Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi untuk merenovasi bangunan dan makam para pejuang Bekasi yang pada saat itu pemerintahan Bekasi masih Kabupaten Bekasi dan diresmikan oleh Bupati Bekasi H. Moch. Djamhari. 

Taman Makam pahlawan Bekasi juga terdapat tugu Perjuangan berupa bangunan mirip bamboo runcing yang berbentuk segitaga menjulang tinggi keatas dan berjumlah 6 buah yang tinggi setiap bangunan berbeda-beda sebagai simbol perjuangan Bekasi dalam mengusir para penjajah dimuka Bumi Indonesia.

Sebagai masyarakat Bekasi kita harus sadar dan mengerti bahwa sebenarnya Bekasi juga sebenarnya kota perjuangan juga selain yang ada dikota – kota lainnya di Indonesia. Karena kegigihannya para pejuang Bekasi dalam mempertahankan harga diri Bekasi dan Bumi pertiwi Indonesia mendapatkan apresiasi dari seniman terkenal yaitu Chairil Anwar dengan puisinya yang sangat terkenal berjudul “ KARAWANG – BEKASI “. 


Kita sebagai generasi penerus wajib dan harus melanjutkan perjuangan yang pernah dicontohkan para pejuang Bekasi. Sebagai bentuk melanjutkan perjuangan bisa kita lakukan dengan berbagai cara seperti memberikan dukungan dan loyalitas yang penuh terhadap Bekasi demi kemajuan Bekasi dan memberikan hal yang sama terhadap Team sepakbola yang ada di Bekasi. (sumber:supporterbekasi.com)
Share:

Kerawang Bekasi

Karawang Bekasi


Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Karya Chairil Anwar
Share:

Monumen Perjuangan Rakyat

1.       Monumen Perjuangan Rakyat
Monumen Perjuangan Rakyat ini terletak di Jalan Veteran Kota Bekasi atau tepatnya di Alun-alun Depan Kantor Polresta Bekasi. Monumen ini didirikan pada tanggal 5 Juli 1955. Dibuat dalam rangka menyambut HUT Proklamasi RI ke-10 dan HUT Kabupaten Bekasi ke-5 tahun 1955. Pembuatan monumen ini diprakarsai dan dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Bentuk Monumen ini berupa tugu persegi lima terbuat dari batu bata. Tinggi Tugu 5.08 cm termasuk dasar tugu dikelilingi pagar tembok tinggi 1 meter dan masing-masing 3 meter juga persegi lima, dengan pengertian Pancasila.
Monumen ini didirikan untuk memperingati beberapa peristiwa yang terjadi di Bekasi, yaitu :
a. Peristiwa bulan Agustus 1945
b. Peristiwa Awal bulan Pebruari 1950 ( Penentuan Resolusi Rakyat Bekasi )


Share:

Jumat, 18 Desember 2015

Patriot City

Through Bekasi City Regional Regulation No. 01 of 1998 was passed was the symbol of the area of ​​Bekasi City. The shield-shaped emblem with light green base color and the blue sky which means hope for the future and breadth of insight and clear the mind. Sesanti "PATRIOT CITY" means the spirit of devotion in the national struggle.

Symbol in the paintings there are the following elements:
a. Stakes pentagram stands with solid has two (2) meaning:
Creatures symbolizing the vertical relationship with his Maker (Man and God) that reflects Bekasi religious communities.
Symbolizes the spirit of patriotism of the people Bekasidalam seize and maintain the independence of the Nation who does not know surrender so Bekasi holds the title as the Patriot City.
b. Pentagon shield symbolizes the physical and mental endurance Bekasi community in facing all kinds of threats, harassment, obstacles and challenges that come from anywhere on the survival of the Nation and the Republic of Indonesia based on Pancasila.
c. Rectangle symbolize the struggle Inscription Kerawang Bekasi.
d. Boundary pillars.
e. Rice and fruits symbolize the number of sub-district and village / village at the time of forming Bekasi.
Fruits totaled seven (7) large and one (1) small symbolizes the District 7; Pondok Gede, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, South Bekasi Bekasi West and North as well as the District 1 Vice; Jati Sampurna.
Rice totaled 50 (fifty) items symbolize 50 Village / Village.
f. Rope knot amounted to 10 (ten) which binds the pommel of rice and fruits symbolize the anniversary date, three (3) pieces Rung buffer Runcing Bamboo symbolizes the moon Day Bekasi.
g. Two rows of Sea waves or ripples of water symbolizes the dynamics of Communities and Local Government that will never stop building the Regional and Her people.
While the colors in the Symbol containing the following meanings:
Yellow: Glory and show the settlement area.
Blue Sky: The breadth of insight and clarity of mind as well as demonstrate industry zone.
White: Purity struggle.
Red: The courage to make sacrifices and show the area of ​​Agriculture and Horticulture.
Young green: future expectations and show the area of ​​Agriculture and Horticulture

Black: Rigidity true patriot.
Share:

Arsip Blog

BekasiNetwork. Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Labels

Blogger templates